Remaja Indonesia Terbelenggu TikTok

Sudah tidak asing lagi aplikasi TikTok menjadi salah satu media sosial yang banyak sekali digunakan oleh kalangan remaja pada saat ini.TikTok telah diinstal lebih dari 500 juta kali pada tahu 2023 ini,angka ini tentu saja bukan angka yang sedikit.

TikTok mulai melambung pada tahun 2019 dan terus meningkat sampai sekarang.Penggunaanya yang mudah membuat siapapun betah berlama-la
ma menscroll video yang tersedia di dalamnya.Tak hanya itu pengguna juga bisa menuliskan komentar-komentar negatif dan memprovokasi banyak orang.

Filter-filter yang tersedia juga bisa menipu banyak orang,seperti pemutih wajah pengurus pipi dan masih banyak lagi.Filter-filter yang lain juga membuat para remaja menjadi kecanduan.Di manapun mereka berada dengan siapapun remaja remaja ini selalu membuat video, dan berharap videonya akan fyp.Sangat disayangkan demi mendapatkan ketenaran tersebut banyak para remaja putri rela membuka hijabnya dan memamerkan lekuk indah tubuhnya hanya untuk mendapatkan pujian dan perhatian dari lawan jenis .

TikTok seharusnya menjadi wadah yang tepat untuk berbagi kebaikan , namun sangat disayangkan justru para remaja ini menjadi pribadi yang kurang aktif berinteraksi di dunia nyata,membuang waktunya dengan sia-sia.

Hal buruk lainya yang mengancam para remaja ini adalah penurunan prestasi belajar.Saking sibuknya dengan dunia maya para remaja atau pelajar ini kurang sekali dalam hal belajar.Tak berhenti disitu,ancaman obesitas juga mengancam para remaja, karena kurangnya olahraga dan aktivitas fisik yang dilakukan. 

Akankah keadaan seperti ini akan terus berlanjut.Jika semua remaja di Indonesia seperti ini lantas bagaimana nasib dari negara ini jika para remaja penerus bangsanya terbelenggu dalam aplikasi TikTok.Seharusnya para remaja bisa memanfaatkan TikTok dengan baik dan benar sehingga dapat menjadi generasi emas yang bisa mengantarkan bangsa Indonesia menjadi negara yang maju dan mampu bersaing dengan negara-negara lain.Kesadaran ini harus tertanam di dalam mindset para remaja , orang tua dan guru diharapkan bisa membimbing dan memberi arahan bagaimana menggunakan TikTok yang baik dan benar.




Komentar